Pohon Waru (Hibiscus tiliaceus L.) termasuk dalam genus Hibiscus. Nama sinonimnya antara lain Pariti tiliaceum dan Talipariti tiliaceum. Di Indonesia dikenal sebagai waru, waru laut, atau baru.
Genus Hibiscus sendiri terdiri dari kurang lebih 220 spesies, kebanyakan berupa semak, namun Hibiscus tiliaceus berupa pohon, yang tingginya 5 – 15 meter; dan termasuk famili Malvaceae. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di tepi pantai lautan India dan Pasifik.
Pohon Waru tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di pesisir pantai, tepi sungai, dan lahan terbuka. Di Indonesia, pohon ini sering digunakan sebagai peneduh jalan atau tanaman penghijauan karena daya tahannya terhadap angin dan garam laut.
Tanaman dari genus Hibiscus umumnya sangat mudah tumbuh. Tanaman menyukai sinar matahari; serta tanah yang sedikit asam dan berdrainase baik. Perbanyakan tanaman ini dilakukan melalui biji atau stek.
Morfologi
Pohon Waru (Hibiscus tiliaceus L.) termasuk famili Malvaceae dan dikenal sebagai tanaman tropis yang tumbuh di pesisir. Morfologinya mencakup batang berkayu, daun lebar berbentuk jantung, dan bunga kuning besar yang berubah warna saat menua.
- Batang: Berkayu, tegak, bercabang banyak, dan berwarna coklat keabu-abuan. Tingginya bisa mencapai 5-15 meter debfab diameter batang 40-50 cm.
- Daun waru berbentuk jantung (cordate), lebar, dengan permukaan berbulu halus. Tepi daun rata dan ujungnya meruncing. Daun waru adalah daun tunggal, berbentuk jantung hati, tepinya bergerigi, serta bertulang daun menjari. Warna daun hijau, namun di sisi bawah daun agak keputih-putihan. Beberapa kultivar ada yang daunnya berwarna agak keunguan dan ada pula yang bercorak (variegata) .
- Bunga: Bunga merupakan bunga tunggal, bertajuk 8-11, Berwarna kuning cerah saat mekar, kemudian berubah menjadi oranye atau merah tua saat menua. Berdiameter besar dan mencolok. Daun mahkota berbentuk kipas, panjang 5-7 cm, berwarna kuning dengan noda pada pangkal, kepala sari berwarna kuning. Bunganya ada yang berdiri sendiri, namun ada yang tersusun dalam tandan dengan 2-5 kuntum per tandan.
- Buah: Berbentuk kapsul, berisi beberapa biji kecil, dan berwarna coklat saat matang. Panjangnya kurang lebih 3 cm. Bakal buah beruang 5, tiap rumah dibagi dua oleh sekat semu berbentuk telur berparuh pendek dengan 5 katup, berisi beberapa biji.
- Akar: Dangkal dan menyebar, cocok untuk mencegah erosi di daerah pesisir.
Perbanyakan
- Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan stek batang.
- Stek batang dilakukan dengan memilih ranting muda, potong sepanjang 10-15 cm di bawah mata tunas lalu tanam di polybag.
Klasifikasi
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Divisi : Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
- Subdivisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
- Ordo : Malvales
- Famili : Malvaceae (Suku kapas-kapasan)
- Genus : Hibiscus
- Spesies : Hibiscus tiliaceus L.
Kandungan Penting
Berbagai bagian pohon Waru mengandung senyawa bioaktif: Flavonoid, tanin, vanillin, syriacusin A, hibiscolactone, fumaric acid, azelaic acid, succinic acid, rutin, stigmasterol, friedelin, pachysandiol, glutinol, lupeol, β-sitosterol.
- Tanin, saponin, dan alkaloid: Berperan dalam antibakteri, antiinflamasi, dan imunomodulasi.
- Flavonoid dan fenolik: Berfungsi sebagai antioksidan alami yang menangkal radikal bebas.
Manfaat
Obat demam, batuk, diare, amandel, trakhoma, radang mata, bisul, masuk angin, membantu pertumbuhan rambut, mengatasi terlambat haid.
Daun Waru
- Antiinflamasi dan antipiretik: Meredakan peradangan dan demam.
- Penyembuhan luka: Ekstrak daun mempercepat regenerasi jaringan.
- Pengobatan batuk dan gangguan pernapasan: Digunakan sebagai teh atau rebusan.
- Kecantikan: Dipercaya membantu mengatasi jerawat dan memperbaiki tekstur kulit.
Bunga Waru
Meski lebih jarang digunakan dibanding daunnya, bunga Waru juga memiliki khasiat:
- Adaptogen alami: Membantu tubuh beradaptasi terhadap stres fisik dan mental.
- Meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh: Kandungan senyawa aktifnya mendukung sistem imun
- Potensi neuroprotektif: Beberapa sumber menyebut efek positif terhadap fungsi otak dan konsentrasi.
Obat bisul
- Petik beberapa daun segar lalu cuci bersih.
- Remas-remas atau layukan
- Tempel di atas bisul.
Penyubur rambut
- Petik beberapa daun muda segarlalu cuci bersih.
- Remas-remas daun kemudian oleskan di kulit kepala dan rambut.
- Diamkan beberapa saat lalu keramas dengan shampo sampai bersih.
Pengawetan
- Cuci bersih bunga waru dari kotoran yang menempel dengan air mengalir.
- Letakkan dalam wadah datar yang bersih, beri jarak antar bunga agar tidak menumpuk.
- Jemur di bawah sinar matahari dengan ditutup kain hitam tipis sampai benar-benar kering.
- Simpan bunga waru kering dalam botol kaca bersih lalu tutup rapat dan letakkan pada tempat yang jauh dari panas.
Gambar











Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber