Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
ููุฃู
ูุง ุงูุชููุฃู
ูููู ูู ุงูููุฑูุขูู ูููู ุชูุญูุฏูููู ูุงุธูุฑู ุงูููููุจู ุฅูู ู
ูุนุงูููููุ ูุฌูู
ูุนู ุงูููููุฑู ุนููู ุชูุฏูุจููุฑููู ูุชูุนููููููููุ ููู ุงูู
ูููุตููุฏู ุจูุฅููุฒุงููููุ ูุง ู
ูุฌูุฑููุฏู ุชููุงููุชููู ุจููุง ููููู
ู ููุง ุชูุฏูุจููุฑู
“Adapun sikap merenungi dan menghayati Al-Qur’an yaitu dengan menajamkan pandangan hati kepada makna-makna yang terkandung padanya dan mengkonsentrasikan fikirannya untuk merenungi dan memahami ayat-ayatnya. Itulah tujuan diturunkannya Al-Qur’an, bukan hanya sekedar membacanya tanpa adanya pemahaman dan renungan .”
๐Madarijus Salikin, (jilidย 1/hlm.ย 449