QR Code

Talas keladi, atau dalam bahasa jawa disebut Tales (Colocasia esculenta L.) merupakan tumbuhan umbi-umbian aseli Indonesia yang cukup mudah ditemui. Tetapi penggunaan umbi dari Talas ini seperti terlupakan, sehingga pemanfaatan umbi Talas sebagai pangan lokal mulai kembali dikenalkan ke masyarakat.

Talas atau Keladi Berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian selatan. Tersebar luas ke India, China, Afrika Barat dan Utara, dan Hindia Barat. Di Asia, keladi dibudidayakan secara luas di China Selatan dan Tengah. Merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dapat digunakan sebagai tanaman pangan dan obat tradisional.

Talas terutama ditanam untuk dimakan umbinya, yang merupakan sumber karbohidrat dan kaya serat. Namun umbi ini mengandung getah yang gatal, yang berbeda-beda ketajamannya menurut jenisnya, sehingga harus dimasak terlebih dulu sebelum dapat dikonsumsi. Umbi talas biasa diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, digoreng, atau diolah menjadi tepung, bubur, dan bahan kue.

Talas dapat hidup dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 2.700 m dpl dengan suhu sekitar 20-30 °C dan kelembapan tinggi. Curah hujan yang dikehendaki adalah 2.000 mm/th dan terdistribusi merata. Menyukai kondisi tanah yang gembur dan bersih dari gulma.

Morfologi

  • Ketinggian tanaman mencapai 0,4–1,5 m.
  • Daun terdiri dari tangkai panjang, hijau, berbentuk jantung, ujung runcing, pertulangan menjari, helaian daun memiliki lapisan lilin. Terdiri dari 2–5 helai; dengan tangkai berwarna hijau, bergaris-garis hijau tua atau keunguan, 23–150 cm, pangkalnya berbentuk pelepah; helaian daun 6,60 × 7,53 cm, bundar telur, jorong, atau lonjong, dengan ujung meruncing, kadang-kadang berwarna keunguan di sekitar menancapnya tangkai, sisi bawahnya berlilin, taju pangkalnya membulat.
  • Akar serabut dangkal.
  • Umbi yang juga disebut bonggol, tumbuh didalam tanah, dengan panjang sekitar 10 cm, bobot bisa mencapai 140 g, berbentuk silindris, warna dagingnya putih, kulit tidak berserabut.
  • Batang terbungkus pelepah daun dan berbentuk umbi, terletak di dalam tanah, cokelat agak kehitaman, berbulu-bulu halus.
  • Bunga meliputi tongkol, seludang, dan tangkai.  Bertangkai 15–60 cm. Seludang bunga 10–30 cm, terdiri atas dua bagian, yang atas lebih panjang, kuning oranye dan rontok. Tongkol berwarna mentega pada bagian jantannya. Buah buni berwarna hijau, lk. 0,5 cm. Biji berbentuk gelendong, beralur membujur.

Perbanyakan talas dengan cara vegetatif yakni melalui tunas dan umbi. Tunas diambil dari talas usia 5-7 bulan. Sedangkan perbanyakan degan umbi, dipilih yang berukuran besar lalu dipotong bagian pendek dengan menyisakan bagian mata tunasnya. Biasanya untuk membantu pertumbuhan bagian umbi yang diiris ditaburi dengan menggunakan abu. Talas dapat dipanen umbinya pada umur 8-10 bulan setelah tanam.

Kandungan Penting

Flavonoid, ß-sitosterol, steroid, alkaloid, saponin, tanin, asam amino, anthocyanin perlargonidin, 3-glucoside, cyaniding 3-rhamnoside dan cyaniding 3-glucoside.

Khasiat

Obat diare, disentri, gigitan serangga, bengkak, muntah darah, radang ginjal, darah tinggi, diabetes, mencegah penyakit jantung, meningkatkan kekuatan tulang, merawat kesehatan kulit dan rambut.

Bengkak pada jari tangan

  • Cuci 15 g umbi keladi lalu tumbuk sampai halus.
  • Tempelkan pada jari yang sakit.
  • Jika sudah mengering segera ganti yang baru.

Gigitan serangga

  • Petik daun keladi segar.
  • Panaskan pada api kecil hingga hangat.
  • Tempelkan daun pada bagian sakit.

Gambar