QR Code
Tanaman Secang  (Caesalpinia sappan, Biancaea sappan ) merupakan salah satu tanaman yang sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat kita. Secang biasa digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional dan
zat pewarna (merah) alami. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah bagian kayunya. Secang juga digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat minuman yang menyehatkan seperti jamu, wedang secang dan bir pletok (minuman tradisional khas Betawi). Secang biasa dijadikan minuman herbal tradisional yang digunakan untuk menurunkan gejala masuk angin, batuk, pilek, menghangatkan badan, mengatasi sariawan, reumatik dan melancarkan peredaran darah. Minuman tradisional ‘wedhang uwuh’ yang cukup terkenal dari Imogori yogyakarta menggunakan secang sebagai salah satu bahan utamanya.
Tanaman ini tumbuh subur dan tersebar di Eropa, Amerika, dan Asia. Rebusan kayunya menghasilkan warna merah gading muda yang digunakan untuk pewarna anyaman, kue, minuman, atau sebagai tinta. Kandungan fenol utama dalam secang adalah brasilin yang memiliki efek antikanker.

 

Morfologi

Tanaman ini ditemukan pada daerah tropis, di tempat terbuka pada ketinggian 500-1.000 m dpl. Tumbuh alami di hutan sekunder. Suhu tahunan 24-28 °C, curah hujan 700-4.300 mm/th. Tumbuh di tanah liat dan batuan berkapur, mentolerir tanah pasir, dan pH tanah 5-7,5.

  • Tanaman ini termasuk jenis perdu atau pohon yang berukuran kecil dengan tinggi mencapai 5-10 meter. Batang dan percabangannya berduri yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang berbentuk bulat,
    warnanya hijau kecoklatan.
  • Tanaman secang memiliki daun majemuk dengan bentuk menyirip ganda, panjang sekitar 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasang yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong,
    pangkal ramping, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 20-25 mm,
    lebar 3-11, warnanya hijau.
  • Jenis bunganya majemuk, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota berbentuk tabung,
    warnanya kuning.
  • Buah secang tergolong buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak warnanya hitam.
  • Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 507 mm, warna kuning kecoklatan. polong, pipih, lonjong. Warna buahnya hijau dan akan berwarna hitam ketika masak. panjang biji  15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm.
  • Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek). Kayunya dapat dipanen mulai umur 1-2 tahun.

Kandungan  Kimia

Secang kaya akan kandungan bahan kimia.

  • Batang tanaman secang mengandung asam galat, tanin, alkaloid, saponin, flavanoid, fenolik, glikosida,
    resin, resorsin, brazilin, brasilein, d-alfa-phellandrene, triterfenoid, oscimene, minyak atsiri
  • Sedangkan daunnya mengandung 0,16%-0,20% minyak atsiri
  • Selain itu kayu secang juga mengandung senyawa polifenol, kardenolin, antrakinon, sappan chalcone, caesalpin, d-alfa phallandren, oscrmenen, dan antosianin (Karlina dkk., 2016). Kayu secang umumnya digunakan dalam bentuk rebusan, dengan teknik rebusan senyawa tanin dan brazilin dapat terlarut di dalam air rebusan.
  • Kayu secang menghasilkan pigmen berwarna merah. Pigmen warna merah ini disebut antosianin yakni merupakan senyawa yang termasuk kedalam golongan flavonoid dan bersifat mudah larut dalam air
    panas.

Khasiat

Mengobati diare, sifilis, darah kotor, antivirus, antibakteri, buang air besar berdarah, malaria, tumor, katarak, maag, masuk angin, mengatasi kelelahan, osteoporosis, melegakan pernafasan, bersifat penawar racun, pengobatan sesudah persalinan, gangguan saraf.

Simplisia

  • Cuci kayu secang hingga bersih, kemudian tiriskan.
  • Potong-potong/serut kayu menjadi lebih kecil.
  • Keringkan kayu dengan bantuan panas sinar matahari.
  • Setelah kering, simpan dalam wadah tertutup dan terlindungi dari cahaya matahari.

Mengobati buang air besar berdarah

  • Siapkan 1 jari kayu secang yang sudah kering, cuci bersih dan potong kecil-kecil. Rebus potongan kayu dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air berkurang menjadi 1 ½ gelas. Saring, tambahkan madu sesuai selera agar tidak terlalu pahit.
  • Minum 2 kali sehari masing-masing ¾ gelas.

Melegakan pernafasan

  • Siapkan 5 g kayu secang, potong kecil-kecil.
  • Kemudian rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit, dinginkan lalu saring.
  • Minum 2 kali sehari sama banyak pagi dan sore.

Menghambat sel kanker

Kayu secang mengandung zat yang bersifat antioksidan dan antikanker.

  • Siapkan 5 gram rautan kayu secang yang sudah kering, cuci bersih.
  • Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air berkurang menjadi 3/4 bagian.
  • Saring dan tunggu sampai dingin
  • Minum secara rutin 2 kali sehari masing-masing ¾ gelas.

Meredakan Asam Urat

Kandungan Sappanchalcone dan Caesalpin P dalam secang dapat mengobati/meredakan penyakit asam urat atau peradangan di sendi.

  • Siapkan 5 gram rautan kayu secang yang sudah kering, cuci bersih.
  • Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air berkurang menjadi 3/4 bagian.
  • Minum secara rutin 2 kali sehari masing-masing ¾ gelas selama paling tidak 5 hari.

Gambar  :