Kembang merak/bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) adalah perdu besar atau pohon kecil yang dapat tumbuh setinggi 2–5 meter. Batangnya berkayu, terbagi banyak, dan kadang memiliki duri kecil. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari iklim subtropis dan juga tropis asli benua Amerika. Dijuluki “Bunga Merak” karena bunganya menyerupai ekor merak yang mengembang. Di Indonesia dikenal juga dengan nama Kembang Merak atau Bunga Kupu-Kupu . Tanaman ini merupakan bunga nasional Barbados , dengan nama lokal Pride of Barbados . Karena bunganya lebat dan tahan panas, sering ditanam di daerah tropis sebagai penambah estetika lanskap.
Kembang merak memiliki batang yang kokoh, daun yang lebar dengan warna hijau tua, dan bunga yang berwarna cerah dengan bentuk yang mirip dengan mahkota. Namun, yang paling mencolok adalah bulu ekor jantannya, yang terdiri dari bulu-bulu berwarna biru kehijauan dengan cacat panjang yang berkilau dan mencolok.
Kembang merak biasanya tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang subur dan lembap. Selain itu, kembang merak juga membutuhkan perawatan yang baik, termasuk pemupukan yang teratur dan penyiraman yang cukup
Morfologi
- Akar berwarna merah, berbentuk bulat dan tidak terlalu panjang, termasuk pada akar yang radix prima atau akar tunggang.
- Batang hijau, berubah menjadi cokelat keabu-abuan saat batang menjadi lebih berkayu, ditutupi duri, yang membengkak di pangkal saat batang matang.
- Daun berseling, majemuk, bipinnate (berdaun ganda dua), pinnae 4-8 pasang, masing-masing dengan 7-11 pasang helai daun elips, tumpul, menyirip, selebaran hijau muda, miring tidak sama panjang sekitar 2-2,5 cm.
- Bunga berwarna cerah (merah, merah muda-merah, jingga, kuning), tidak berbau dengan benang sari dan putik panjang mencolok. Ada satu kelopak yang dimodifikasi yang lebih kecil dari 4 kelopak lainnya.
- Buah polong lonjong, tipis, cokelat sampai hitam, panjangnya mencapai 10 cm. Polong dibelah untuk membubarkan baris tunggal biji.
- Biji banyak, pipih, padat, coklat, biasanya 6-8 per polong.
- Perbanyakan secara generatif dengan biji. Sebelum ditanam biji direndam terlebih dahulu dalam air bersih selama 8 jam untuk mempermudah perkecambahan.
Klasifikasi
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
- Ordo : Fabales
- Famili : Fabaceae (Leguminosae)
- Sub Famili : Caesalpinioideae
- Genus : Caesalpinia
- Spesies : Caesalpinia pulcherrima
Kandungan Penting
Diterpenoid, isovouacaperol, sitosterol, dan flavonoid ( 5,7-dimethoxyflavanone, 5,7-dimethoxy-3,4′-methylenedioxyflavanone, isobonducellin, 2′-hydroxy-2,3,4′-6′-tetramethoxychalcone dan bonducellin, peltogynoid, bhonducellin, 6-methoxypulcherrimin, dan homoisoflavonoid), asam galat, zat pewarna merah, gom, tanin, damar, asam benzoat, ester diterpene tipe cassane, pulcherralpin, lupeol, B-sitosterol, myricetin, saponin, fenol, terpenoid, tanin, dan alkaloid, pulcherrin J, 6-cinnamoyl-7-hydroxyvouacapen-5-ol. fitosterol, saponin, dan lignin.
Manfaat
- Bagian akar, daun, dan bunga dalam beberapa tradisi herbal digunakan sebagai obat demam, gangguan haid, pereda nyeri, mengobati pilek, batuk, penyakit kulit, mengobati liver, sebagai obat kumur untuk sariawan di mulut dan tenggorokan, mengobati erisipelas (infeksi kulit oleh bakteri) dan radang mata.
- Memiliki aktivitas sebagai antipiretik dan antimikroba. Sebagai tonik, mengobati diare dan disentri, luka, nyeri, nyeri dada, sesak nafas, batu ginjal, malaria, bronkitis, perut kembung, tumor ganas.
- Rebusan akarnya kadang digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan dan membersihkan darah. Namun penggunaannya perlu hati-hati karena beberapa bagian tanaman ini bersifat toksik bila dikonsumsi berlebihan.
- Dapat menginduksi atau menyebabkan aborsi, bersifat sebagai pencahar dan emmenagogue (pelancar haid atau menstruasi).
Sariawan
- Cuci bersih daun kembang merak secukupnya.
- Rebus daun hingga mendidih.
- Biarkan hangat lalu saring.
- Gunakan air hasil saringan untuk kumur-kumur.
Memperlancar haid
- Rebus 15-30 g bunga segar kembang merak merah.
- Biarkan hangat/dingin.
- Saring hasil rebusan lalu minum
Pengawetan
- Siapkan bunga kembang merak merah, cuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
- Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air mencapai 10%.
- Setelah benar-benar kering simpan di tempat bersih dan kedap udara.
Gambar









Sumber : Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber