Memuat tanggal…

QR Code

Jambu mete (Anacardium occidentale L) merupakan tanaman buah yang ditengarai berasal dari Brasil Tenggara, Amerika selatan yaitu; Bolivia, Brazil, Peru dan Hindia Barat (Nakasone and Paull, 1998; Samal et al., 2003), dengan daerah hutan Amazon Brazil sebagai pusat daerah sentra (Mitchell and Mori, 1987). Saat ini banyak negara yang menanam tanaman ini termasuk ke Indonesia dan tersebar di seluruh
Nusantara dengan nama berbeda-beda, seperti ; Jambu erang/jambu monyet, gayu (lampung), jambu mede (Jawa barat), mete, Kacang mete, Jambu monyet (Jawa Tengah & Jawa Timur), jambu jipang, jambu dwipa (Bali), dan yaki (Sulawesi).

Tanaman Jambu Mete (Annacardiumo ccidentale L) dapat tumbuh pada semua jenis tanah, bahkan masih tumbuh dan berproduksi pada tanah yang kurang subur. Karena itu tanaman ini sering ditanam untuk penghijauan lahan kritis. Selain cocok untuk penghijauan tananaman jambu mete juga menghasilkan bahan-bahan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, seperti: kacang mete ,abon mete, anggur mete dan kulit mete yang menjadi penghasil minyak mete. Minyak mete ini banyak digunakan dalam industri plastik, vernis, cat, minyak pelumas dan lain sebagainya.

Disamping itu, tanaman Jambu mete merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat sebagai obat. Hasil ekstrak dari kulit biji mete dikenal sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) memiliki kandungan zat aktif yaitu asam anakardat, kardol dan kardanol yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba (Simpen, 2008). Fungsi antimikroba dari jambu mete ini membuat tanaman ini banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai macam penyakit seperti radang mulut, disentri, diabetes mellitus, dan lain-lain. Selain itu juga secara umum jambu mete memiliki kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk menghindari dari penyakit jantung (Jayasekara dan Kodikara, 2005). Bahkan bisa menyajikan sifat fungsional anti kanker (kubo et al.,1993).

Pembudidayaan tanaman jarnbu umumnya masih dilakukan secara tradisional. sehingga produktivitasnya relatif rendah. Produktivitasya yang rendah ini sebenarnya dapat ditingkatkan dengan teknik budidaya yang intensif.

Klasifikasi

Jambu mete termasuk kedalam family Anacardiaceae yang juga masuk didalamnya mangga, badam hijau dan buah keluak. Secara ilmiah, Jambu mete dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Anacardiaceae, Genus: Anacardium, Spesies: Anacardium occidentale L.

Varietas unggulan

Indonesia sebagai salah satu sentra tanaman jambu mete memiliki banyak kultivar yang tersebar di seluruh wilayahnya. Adapun beberapa jenis kultivar jambu mete yang telah teridentifikasi dapat dilihat pada tabel berikut :

NoDerah AsalKultival
1RembangPamotan, Jatirunggo
2JeparaPecangaan, Karimun, Jepara, Jepara F2, F5, F4, F9, Kuning
3WonogiriWonogiri merah, jambon, Kuning, Hijau Wonogiri, Ngadirejo, Wonogiri C6.
4PasuruanPasuruan merah, putih, kuning, 293, 180, Pasuruan V/8, GG1
5MojokertoMojokerto merah, Hijau, Kuning, Mojokerto, Wonosari, Mojokerto merah XIII/8, merah J12
6SlemanSleman merah, Sleman Putih
7SultraMuna I. Kase, Muna L. Gani, Muna L. Kepala, dan Arsyad Labone, Muna
8LampungTegineneng
9Maluku UtaraBayan Bacan
10MaduraMadura M4, L3-3, Ketapang, Dasuk, waru, Madura K2, K3, L1, M2, P1, P2, P3, R6
11TubanJatigoro
12NTBLombok 1, 2, dan 3, Dompu, Sumbawa
13SulselPangkep, Barru, Maros, MR 851, PK 36
14BaliBagong, Bali
15NTTFlotim, Ende, Alor
16YogyaYogya, Yogya putih XII/8, XII/2
17Gn. GangsirMalang Putih, Gg 4, Gg 6, Gg 11, Gg 12, Gg 35, Gg 39, Gg 43, Gg 76, Gg 82, Gg 85, Gg 86, Gg 126, Gg 136, Gg 145, Gg 177, Gg 180, Gg 202, Gg 217, Gg 223, Gg 234, Gg 236, Gg 242, Gg 251, Gg 255, Gg 262, Gg 285, Gg 293, Gg 320
18JambiJambi merah S3, S5, Kuning Deraing 701, 704
19SidoharjoSidoharjo 4, 5, 6, 8
20KupangCampi kupang
21LumajangJatiroto III/4, Jatiroto 1, Jatiroto 2, Jatiroto 3, Jatiroto 4, Jatiroto 5, Jatiroto 6, Jatiroto 7, Jatiroto 7, Jatiroto 8, Jatiroto 9, Jatiroto 10, Jatiroto 11
22WonogiriJatisrono 1, 4, 5, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 23, 24
23CikampekBO2, SM9

Morfologi

Jambu mete termasuk jenis dikotil atau tumbuhan yang berdaun lembaga dua.
Jambu mete mempunyai

  • Batang pohonnya tidak rata dan berwarna cokelat tua.
  • Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas.
  • Tanaman jambu mete mulai berbunga pada umur 3-5 tahun.
  • Bunga jambu mete berukuran kecil, beraroma harum, dan berjumlah sangat banyak. Termasuk bunga majemuk yang berbentuk malai dan bermunculan di ujung ranting. Pada satu malai terdiri dari bungan jantan dan bunga hermaprodit (berkelamin dua). Bunga hermaprodit lebih besar ukurannya dari bunga jantan. Baik bunga jantan maupun hermaprodit memiliki benang sari sebanyak 8-11 buah. Namun, benang sari yang subur 1-2 buah dan selebihnya steril. Kedua jenis bunga juga memiliki bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. Akan tetapi putik bunga jantan mengalami rudimenter.

Pembudidayaan

  • Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari, maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 °C dan maksimun antara 25-35 °C.
  • Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 °C. Tanaman Jambu mete beradaptasi dengan baik pada tanah yang tidak subur dan daerah dengan tanah kering berpasir dengan PH 4.5 sampai 6.5. Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
  • Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3 – 7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5 – 6,3. Untuk ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.
  • Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
  • Media Tanam Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir, dan tanah ringan berpasir.

Pembibitan

  • Pembibitan dapat dilakukan dengan menanam biji langsung ditanam di kebun yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm dan dibuat pada awal musim hujan. Jarak tanam yang dianjurkan 8 x 8 meter atau 10 x 10 meter. Masing-masing lubang tanam ditaman 3-4 biji sedalam 2-3 cm dengan posisi perut menghadap kebawah. Setiap lubang tanam diberi pupuk kandang/kompos secukupnya. Setelah kira-kira 2 minggu, biji mulai berkecamabah. Lalu setelah kira-kira berumur 1 tahun dilakukan penjarangan dengan meninggalkan 1 tanaman per lubang.
  • Atau, dengan cara lainnya melakukan persemaian biji/benih pada polybag/ kantong plastik. Dengan cara ini bibit yang sudah semai dapat dipindah pada umur 4-6 bulan pada awal musim penghujan.

Kalender Musim

  • Musim Jambu mete di Indonesia terjadi pada saat musim kemarau yaitu pada bulan Juni hingga November

Kandungan Penting

Buah (semu) jambu mete kaya akan vitamin c dan gula. Kandungan vitamin c pada jambu mete 3-6 kali lebih kuat dari jeruk. Selain itu ekstrak buah semu jambu mete dapat digunakan untuk memproduksi penolak seranggan dan insektisida alami.

Buah Jambu mete (100 gr)

  • Air 82,6 gram ( sangat tinggi yang menjadikan buah menyegarkan), Energi 64 kkal (cukup rendah cocok untuk diet rendah kalori), Karbohidrat 15,8 gram (sumber energi ringan), Serat 1,2 gram ( membantu pencernaan), Protein 0,7 gram, Lemak 0,6 gram (sangat rendah)
  • Vitamin C 197 mg (sangat tinggi, mendukung sistem imun dan kesehatan kulit), Beta-karoten 1604 mcg (prekursor) vitamin A (baik untuk mata), Vitamin B1 (tiamin) 0,02 mg, Vitamin B3 (niasin) 2 mg,
  • Kalsium 4 mg, Fosfor 13 mg, Zat besi 0,5 mg (mendukung pembentukan sel darah merah), Kalium 107,8 mg (penting untuk fungsi otot dan jantung), Natrium 12 mg (rendah, baik untuk penderita hipertensi),

biji mete

  • Biji jambu mede (kacang mede) mengandung lemak sehat, protein tinggi, dan mineral seperti magnesium dan zinc.
  • Namun, biji mentah mengandung urushiol, senyawa iritan yang harus dihilangkan melalui pemanggangan atau pengolahan khusus.

Pemanfaatan

  • Konsumsi buah (semu) Jambu mete
    • Rasa manis-asam segar, cocok untuk dikonsumsi langsung sebagai buah meja. Kandungan vitamin C sangat tinggi (hingga 5Ă— lebih banyak dari jeruk), menjadikannya buah fungsional untuk imun dan kulit.
    • Jus jambu mede – populer di Brasil dan India sebagai minuman kesehatan.
    • Selai dan sirup – daging buah bisa diolah menjadi produk manis bernutrisi.
    • Cuka buah – fermentasi jambu mede menghasilkan cuka alami yang kaya antioksidan.
    • Ampas buah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau kompos.
  • Biji Jambu Mete (Kacang Mede)
    • Kacang mete Premium ; Kaya lemak sehat (MUFA), protein, magnesium, dan zinc. Digunakan dalam snack, granola, selai kacang, dan bahan pastry.
    • Kulit biji mengandung senyawa fenolik dan bisa diolah menjadi bio-oil atau pestisida alami.

Lokasi Lahan

Pohon Jambu mete berada di kebun Masjid quwwatul Islam salah satunya berada di sayap utara masjid :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *