Jadilah Tangguh! Memahami Bencana dalam Perspektif Islam
Pengajian Ahad Pagi : Ahad Kliwon 24 November 2024
Pemateri : Ustadz Budi Setiawan, S.T.
Dari : MDMC (Muhammadiyah Dissaster Management Center)
Ust Budi Setiawan S.T. Mengawali Mengawali Kajian Ahad Pagi yang Bertema; "Jadilah Tangguh! Memahami Bencana dalam Perspektif Islam"
Ustadz Budi Setiawan merupakan ketua Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) yang merupakan unit penanggulangan bencana di bawah organisasi Muhammadiyah
Materi diawali dengan meluruskan persepsi bencana menurut cara pandang Islam; (1) Pesepsi ataupun cara pandang masyarakat (muslim) terhadap kejadian bencana akan sangat menentukan bentuk respon atau tindakan yang dilakukan. (2) Cara pandang yang keliru terhadap bencana akan berakibat respn yang dilakukan keliru pula, sehingga malah menimbulkan bencana ganda. (3) Bencana alam, seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, oleh sebagian masyarakat masih dipahami sebagai hukuman atas perilaku manusia yang bermaksiat kepada Allah SWT. Sehingga korban bencana mengalami derita ganda.
Pada sisi lain harus diakui adanya bencana yang terjadi karena perilaku manusia yang "salah" terhadap alam dan lingkungan (man made dissaster)
Agama Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifatullah fil ardh dan bertanggungjawab terhadap "pengelolaan" bumi ini.
Untuk itu perlu "pelurusan" cara pandang masyarakat terhadap bencana, sehingga nantinya mampu merespon secara benar dan bermartabat.
F.I.K.I.H
(1)
Fikih dalam pengertian ini tidak hanya berbicara hukum yang bersifat kongkrit (al ahkam alfar'iyyah), tetapi mencakup akidah, hukum, dan akhlak.
(2)
Muhammadiyah memandang FIKIH adalah seperangkat ketentuan Islam yang dikelompokkan pada tiga tingkatan; 1) Nilai dasar (al qiyam al asasiyah), 2) Prinsip umum (al ushul al kulliyyah), dan 3) Peraturan hukum yang bersifat konkrit (al ahkam al fariyyah).
ISTILAH KEBENCANAAN DALAM AL QUR'AN DAN HADIST
(1)
Musibah (a-sha-ba), sesuatu yang menimpa kita. Kata ini bersifat netral.
(2)
"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Quran surah An-Nisa ayat 79)
Bala'
(1)
Cobaan untuk memperteguh keimanan, yang bisa berupa kejadian menyedihkan atau menyenangkan.
(2)
"Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang shaleh dan di antaanya ada yang tidak demikian. Dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) buruk-buruk, agara mereka kembali (kepada kebenaran).
(Quran surah Al A'raf ayat 168)
Fitnah
Kata fa-ta-na, yang artinya cobaan atau ujian (sangat berbeda dengan makna dalam bahasa Indonesia)
Kata fitnah lebih mengacu pada peristiwa sosial, bukan peristiwa alam.
Dari Jabir bin Abdillah :"Seseorang lelaki datang membawa dua unya yang baru saja diberinya minum saat malam sudah gelap. Lelaki itu kemudian ikut shalat bersama Muadz. Dalam shalatnya Muadz membaca surah Al Baqarah atau An-Nisa, sehingga lelaki itu meninggalkan Muadz.
Maka sampailah kepadanya berita bahwa Muadz mengecam tindakannya. Akhirnya lelaki tersebut mendatangi Nabi SAW, dan mengadukannya kepada Nabi SAW, lalu bersabda; "Wahai Muadz apakah kamu membuat fitnah?"
(HR Bukhari)
Selain ke tiga kata tersebut, masih ada kata lain;
- Adzab
- Fasad
- Halak
- Nazilah
- Tadmir
- Tamziq
- 'Iqlab
Dari berbagai istilah tersebut, disimpulkan bahwa bencana yang terjadi adalah "akibat perbuatan manusia sendiri"
Meski semuanya adalah ketentuan Allah SWT yang sudah tertulis dalam "Lauh Mahfudz".
Apa itu Bencana ? -> 3 Jenis (penyebab) bencana
(1)
Gunung meletus, gempa bumi, tsunami aadalah peristiwa alam biaya yang sudah ada sejak manusia belum ada di bumi.
Banjir, kekeringan, puting-beliung,dsb juga sudah ada sebelum manusia ada di bumi + (ditambah) akibat manusia salah dalam memanfaatkan alam. (serakah, salah mengelola, dll)
Kebakaran, banjir lumpur, asap, kegagalan teknologi... terjadi karena kesalahan manusia dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi
(2)
Tanpa adanya gunung Meletus, maka tidak ada mekanisme penyebaran material vulkanis penyubur tanah di Indonesia.
Gempa bumi membantu pembentukan Alur sungai, timbulnya mata air, dll.
Banjir berguna untuk penyebaran material kesuburan dari daerah tinggi ke daerah rendah.
BENCANAKAH ?
Lalu Apa itu Bencana ?
Jadi bencana ketika kita tidak mengenal alam, kurang efektif beradaptasi, kurang tepat dalam melakukan estimasi atau memperkirakan risiko sehingga kurang siap dalam mengantisipasi kondisi buruk (yang sebenarnya bisa diperkirakan risikonya)
Lalu Apa itu Bencana ?
Jadi bencana ketika kita tidak mengenal alam, kurang efektif beradaptasi, kurang tepat dalam melakukan estimasi atau memperkirakan risiko sehingga kurang siap dalam mengantisipasi kondisi buruk (yang sebenarnya bisa diperkirakan risikonya)
Menjadi parah dampaknya ketika masyarakat yang menjadi korban adalah orang miskin, berpendidikan rendah dengan kondisi organisasi/komunitas lokal tidak terbangun, jamaah yang lemah, bahkan banyak korupsi (kondisi yang semakin meningkatkan kerentanan)
Apa itu bencana ?
Risiko bertambah ketika kita tidak siap membangun sistem pertolongan pertama (tanggap darurat) untuk pemenuhan kebutuhan dasar sampai dengan REHABILITASI
Apa itu bencana ?
Risiko bertambah ketika kita tidak siap membangun sistem pertolongan pertama (tanggap darurat) untuk pemenuhan kebutuhan dasar sampai dengan REHABILITASI
Bencana berulang kali bila kita tidak tepat dalam melakukan rehabilitasi hingga pada akar permasalahannya (Pemukiman terlalu dekat, rumah/sekolah/RS/Masjid tidak tahan gempa, gaya hidup, dll)
MEMAKNAI BENCANA
Memaknai Bencana
(1) Cara Memandang Bencana
(1.1) Cara Memandang Bencana dari secara Teologis (Menurut fiqih Islam)
(1.2) Cara Memandang Bencana secara Sosiologi (berdasarkan kondisi sosiologis masyarakat kita)
(2)
Cara Menyikapi
(2.1) Cara menyikapi Bencana secara Etis (etika seorang muslim & orang indonesia)
(2.2) Cara Menyikapi Bencana secara antisipatif
(2.3) Cara Menyikapi Bencana secara Teknis (memahami teknis pengurangan risiko bencana)
Memaknai Bencana
Memandang Bencana
Bencana adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat manusia. Berbagai bentuk peristiwa yang ada merupakan ujian dan cobaaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan.
Bencana adalah bukan bentuk kemarahan dan ketidakadilan Allah SWT kepada umat manusia.
Menyikapi bencana
Bencana yang telah terjadi adalah suatu kenyataan dan harus disikapi dengan kesadaran utuh dari pihak-pihak yang terkait bencana (individu, keluarga, masyarakat, dan pemerintah)
Dari Abdullah r.a. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seoerang AMIR adalah pemimpin dan diaa akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya...."
(HR Bukhari-Musim)
- Pemerintah didukung masyarakat
- Konsep ta'aruf dan ta'awun
-Pemenuhan hak bantuan bagi warga terdampak
- Konsep saildan marhum (Quran Surah Ad- Dzariyat, Ayat 19)
Pengelolaan Bencana
Tindakan Preventif
(1) Memahami penyebab terjadinya bencana (pentingnya ilmu)
(2) Memahami peran manusia (khilafah fil ardh, berakal)
Tindakan praktis penanggulangan bencana
(1) Mitigasi dan Kesiapsiagaan (preventif; kisah Nabi Yusuf)
(Penilaian bahaya, Peringatan dini, Kesiapsiagaan/preparadness, Tanggap darurat, pemulihan yang ebih baik)
(2)
Tanggap darurat ("..Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya-Quran surah Al Maidah ayat 32)
(3)
Pemulihan setelah bencana (konsep perubahan nasib) -> Quran surah Al Ra'du ayat 11.
Pemenuhan Hak Korban Bencana
Hak Mengelola Risiko Bencana
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
(Quran surah Al-Maidah ayat 2)
Hak mengelola Kerentanan "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."
(Quran Surah An-Nisa, Ayat 9).
Hak Mendapatkan Bantuan Darurat
- Hak hidup bermartabat
- Hak untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan
- Hak atas perlindungan dan keamanan.
Hak Rehabilitasi dan Rekonstruksi
- Persamaan Hak
- Kebebasan beragama
- Hak ekonomi
- Hak hidup
Hak Melaksanakan Sistem Penanggulangan Bencana
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh."
(Quran Surah As Shaf, Ayat 4).
Hak melaksanakan sistem penanggulangan bencana
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dlaam barisan yang teratur seakan-akan teratur seakan-akan mereka itu seperti bangunan yang tersusun kokoh."
(Quran Surah As-Shaf, Ayat 4)
Menjadi konsep didirikannya :
MDMC - Muhammadiyah Disaster Management Center
Pusat Manajemen Bencana Muhammadiyah
Hak Tangguh
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Alalh dan hendaklah merek mengucapkan perkataan yang benar. (Quran Surah An-Nisa, Ayat 9)
- Bersuci dan tayamum,
- Shalat dengan pakaian yang terkena najis.
- Shalat dengan aurat tidak tertutup sempurna.
- Teknis shalat dalam suasana bencana.
- Shalat pada saat evakuasi.
- Batasan jamak pada saat bencana.
- Tidak memaksakan diri puasa pada saat pengungsian.
- Rukti jenazah korban bencana.
- Shalat ghaib jenazah yang hilang.
- Dana zakat untuk korban bencana.